Jumat, 31 Oktober 2014

sahabat

Dalam setiap hari langkah yang di buat adalah untuk memperoleh sesuatu yang lebih berharga dalam hidup ini. Ya, pengalaman hidup, tapi apakah hanya itu saja yang di cari dalam hidup ini? Jelas jawabannya adalah bukan. Sebuah proses yang harus di jalani untuk memperoleh kebahagiaan, ilmu, teman, dan proses bagimana menjadi pribadi yang bermasyarakat.

Mulai dari bagaimana kita bersosialisasi di lingkungan keluarga, sekolah, sampai akhirnya kita bersosialisasi dalam masyarakat luas dimana pun kita berada. Karena kodrat sebagi mahluk yang saling membutuhkan antara yang satu dan juga yang lainnya. Kehidupan selalu berjalan, apa yang sudah terjadi tidak akan bisa di ulang kembali, hanya bisa memperbaiki di kemudian hari. Akan tetapi dalam bermasyarakat bukan hanya sebatas bagaimana menempatkan diri di masyarakat, tetapi bagimana kita mencari kenyamanan untuk diri sendiri dan juga berusaha untuk membawa nafas kebaikan dimana berada.
Menginjak usia remaja sampai dewasa, seseorang akan mencari teman untuk berbagi cerita atau yang lazim disebut sebagai sahabat. Apakah sahabat itu sebenarnya? Apakah hanya orang yang selalu berada disamping kita setiap waktu? Apakah orang yang selalu ada saat kita suka/duka? Sayangnya bukan, sahabat adalah orang yang mampu memberikan rasa nyaman kepada kita, orang yang mampu menjaga apapun cerita yang didengar atau kejadian-kejadian dari orang lain. Lantas apakah sahabat itu berhak tau semua rahasia kita? Jelas tidak, karena ada sesuatu hal yang memang seharusnya menjadi rahasia yang hanya boleh di ketahui oleh pribadi seseorang dan Sang Khaliq. Lalu siapakah sahabat terbaik bagi kita? Menurut penulis yang amatir ini, sahabat terbaik adalah ke dua orang tua yang menjaga dan merawat kita dari kecil. Karena orang tua tidak mungkin akan menceritakan kejelekan dari anak-anaknya. Orang tua akan selalu mengakat kita menjadi lebih tinggi. Memperhatikan setiap apa yang kita lakukan, mengkhawatirkan kita saat kita jauh dari mereka. Tapi, sesuai dengan apa yang di bahas di atas tadi, dengan orang tua pun terkadang ada hal-hal yang tidak bisa kita sampaikan secara langsung.

Ya itulah sahabat menurut seorang penulis. 

0 komentar:

Posting Komentar